} #mbt-form a{ color:#fff; }

Senin, 14 Mei 2012

UGM Sulap Sabut Kelapa Jadi Pengganti Kapas

JAKARTA - Selama ini, serabut kelapa biasanya dimanfaatkan sebagai bahan pembuat sapu dan keset. Namun, di tangan Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Pengabdian Masyarakat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta di wilayah Kulon Progo, serabut kelapa diolah menjadi bahan industri yang bernilai ekonomi tinggi.

Adalah Agustina P R M, Ismianti, Ahmad Juwari, Ari Akbar D, dan Wibowo Prasetyo, mahasiswa UGM yang menggagas pemanfaatan serabut kelapa menjadi bahan pengganti kapas untuk bantal. Kelima mahasiswa yang didampingi oleh dosen pembimbing Subejo memanfaatkan serabut kelapa mengingat di wilayah tersebut serabut kelapa cukup melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal.

Menurut Subejo, proses pembuatan bantal berbahan serabut kelapa sangat sederhana. Pada tahap awal, cukup dilakukan penyemprotan agar serabut dapat direkatkan satu dengan yang lain. Setelah itu, serabut yang telah direkatkan dibentuk sesuai dengan yang diinginkan.

"Untuk bentuk dan ukuran ini bisa dibuat sesuai keinginan. Bebas saja dan tidak menutup kemungkinan dibentuk sesuai kebutuhan masyarakat," ujar Subejo seperti dilansir dari situs UGM, Kamis (3/5/2012).

Sejauh ini warga Dusun Sungapan, Galur, Kulon Progo, terutama para ibu PKK, menyambut baik ajakan Tim PKM M UGM. Mereka berharap, program ini akan terus berlanjut. Ismianti, mahasiswa Fakultas Teknik UGM mengaku gembira melihat respon masyarakat terhadap program ini.

"Sepertinya mereka berharap agar desa mereka dapat menjadi pusat pengolahan limbah serabut kelapa karena mereka sudah tahu hasil dari pengolahan serabut kelapa ini mampu meningkatkan pendapatan mereka," kata Ismianti.

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo juga memberikan respon positif. Bahkan, pada 29 April lalu, produk ini dilaunching di Desa Tirtorahayu, Kecamatan Galur, Kulon Progo. Kegiatan yang dihadiri oleh Asekda Bidang Perekonomian dan Staf Ahli Bupati Kulon Progo ini menampilkan berbagai variasi bantal dari sabut kelapa.(mrg)(rhs)

1 komentar:

  1. Ini bukan teknik yang istimewa, di Cilacap pencipta awal teknik Sabut-Latex namanya Pak Karsono malah sudah jadi Exportir produk ini, sejak tahun 70-an, dengan variasi produk yang bermacam-2 ( bahan Jok Mobil, kasur, sandal, dll). Sekedar info : bahan Jok Mobil dari Pak Karsono ini digunakan oleh Pabrik Mobil di Eropa untuk pembuatan jok mobil Mewah : Mercedes dll
    www.sebutret.com

    Cara pembuatan seperti di bawah ini :
    Langkah 1. Sabut dikeringkan dg baik sampai kadar air 4 %
    Langkah 2. Sabut dipisahkan, antara sabut panjang dan bubuk sabut
    Langkah 3. Sabut panjang yang sudah bersih dikumpulkan dalam alat cetak.
    Langkah 4. Lalu sabut panjang yang sudah ditata, disemprot lapis demi lapis dengan LATEX CAIR (lem latex)

    hingga rata
    Langkah 5. Dikeringkan kembali dg cara jemur & di oven dg suhu tertentu hingga kering

    Mutu barang yang dihasilkan dipengaruhi oleh 3 hal :
    1. sabut kelapa yg dipakai,
    2. Bahan perekat latex yg dipakai (krn latex gampang busuk)
    2. proses pengeringan sabut & pelapisan latex

    Keterangan lebih lanjut silakan berhubungan langsung dengan Bp. Karsono (sebutret@gmail.com )
    silakan browsing ke www.sebutret.com

    Sebutret
    Bp. Karsono Kaspudin
    081326850864,088802487927, 085223261475, 081903490477, 08122663030,
    Address
    Desa Tambaksari Kec Wanareja
    Cilacap, Indonesia 53265

    Website
    www.sebutret.com
    Email
    sebutret@gmail.com
    sebutret2008@gmail.com
    Facebook http://facebook.com/karsono.kaspudin

    BalasHapus